ARS feat. SERINGAI

Kamis, 22 November 2007
The Wave, Kuta Bali

Di bawah ancaman segerombolan awan di bulan penghujan, ritual bulanan tiap kamis malam kaum A Rock Society berjalan tak peduli setan. Di pelataran pintu depan The Wave Kuta Beach, pasukan sepeda kayuh kustom kruiser mengambil tempat berderetan dan segera bergabung dengan rekan-rekan lain yang sudah lebih dulu datang. Dari umur akhir belasan sampai awal empat puluhan terlihat saling menghujam salam.

Jam sepuluh kurang lima menit, pengusung emocore terancak saat ini PAINFUL BY KISSES ambil posisi geber emosi. DEVILDICE mengkudeta panggung 30 menit kemudian. Side-project-nya Jrx SID ini presentasikan punk rock beraroma mexico dengan [hanya] sedikit bumbu pidato. Berikutnya, tanpa perlu menoleh panggung, semua pasti tahu siapa yang sekarang sedang berteriak-teriak., karakter vokal Sari yang khas, plus satu-satunya band bervokalis wanita malam ini: NYMPHEA, Break sebentar menunggu NAVICULA persiapkan ‘senjata’. Mereka tampil biasa apa adanya. Tak mengada-ada. Tapi akibatnya, oplosan psychadelic-seattle-grunge-core Robi, Dunkie, Made & Gembul, begitu bingar menampar segenap ruangan hingga hiruk pikuk sejadi-jadinya.

12:35. Arian13, Ricky, Sammy, dan Khemod menyeringai sigap memangsa seluruh penjuru arena. Para serigala militia tak berpindah sejengkalpun dari bibir panggung utama. Semakin gerah semakin bergairah. Pokoknya berpesta pora. Semua tangan terkepal keudara, gerakkan badan seliarnya, bernyanyi dan berteriak bersama sekerasnya. Berhenti di 15, Amplifier, Mengadili Persepsi [Bermain Tuhan], Serigala Militia, Membakar Jakarta, Alkohol, hingga Kilometer Terakhir diusung dengan minim jeda. Distorsi menderu-deru, alkohol dipacu, bahu terus menerus beradu, tiba-tiba microphone terbang menyasar kepalaku.

REPORTASE :: Downtown Groove #14

Minggu, 7 Oktober 2007

Feat. Second First Love :: Supersoda :: Tissue :: The Roaster :: Ed Eddy & Residivis

Akhirnya Downtown Groove menginjak puncak gelaran putaran kedua. Dibuka dengan band bentukan Sigit si Mc gokil yang selalu bikin Ozigo selalu heboh-seheboh-hebohnya. Mengibarkan bendera Second First Love. Mereka bawain 4 lagu cover dan 1 lagu orisinal. Mereka ngaku kalo band mereka baru sekali ini manggung. Ternyata band berikutnya :: Supersoda yang notebene semua pemainnya udah berkibar di dunia permusikan dengan band masing-masing, juga memproklamirkan diri untuk pertama kalinya. Dengan Ipenk/voc&gitar yang suaranya bagus banget, Made Navicula dengan sound bass yang super khas berat berotot, Gusde yang konstan di belakang drumset dan tentu saja si multi talenta Windu/keyboard & arranger. Lagu-lagu original mereka dijamin ga susah buat menapaki tangga lagu indie radio mana pun.

Sekarang giliran Tissue. Band yang naik daun lantaran jadi juara 2 di ajang A Mild Live Wanted regional Bali 2007, tidak membuang banyak waktu mengalirkan lagu-lagu mereka yang ringan. Setelah itu The Roaster. Akhirnya band ini main lagi. Vokalisnya yang sempet terserang cacar air, kini udah didepan menggenggam microphone.

Ed Eddy & Residivis di bebani tugas untuk menyudahi acara mingguan yang udah berjalan sebanyak 14 kali ini. Tidak beban besar buat Ed, karena semua penonton sudah siap menunggu aksi band kontroversial ini dari jarak yang sangat rapat. Junkie Joe, Aku Tak Sedih, Lagu Kita Orang Indonesia mengalir lancar. Igo Telephone baru bisa ikutan di lagu Balas Dendam. Begitu juga dengan Windu Supersoda yang tampil dadakan dan langsung adu gila main keyboard sama Ed Eddy. Kronologi Pistol Amunisi akhirnya menyudahi gelaran ini. Tapi jangan sedih karena Downtown Groove tidak langsung hilang begitu saja dari muka bumi. Tampil bakal tayang lagi sekali dalam setiap bulannya. Sampai jumpa bulan depan.

REPORTASE :: Downtown Groove vol.12

Minggu, 23 Sept 07
Ozigo Country Renon

Featuring: Discotion Pill, Phantom, Aloevera, Nebula

Edisi kali ini cukup banyak mendapat halangan. Fuzz Clan mengundurkan diri dari jadwal yang sudah disediakan, lantaran beberapa personilnya mudik untuk menjalankan puasa bersama keluarga. Ditambah lagi dengan vokalis The Roaster yang sedang terjangkit cacar air. 2 band berhalangan manggung. Tapi itu tidak menghalangi jalannya Downtown Groove vol.12 karena kebetulan Phantom dan Nebula sudah ngga sabar untuk bisa manggung di acara ini.

Nebula tampil pertama. Lagu dan aransemennya sudah pas. Tapi masih terlihat belum percaya diri. 3 lagu yang mereka bawakan cukup terasa kurang karena penonton baru aja mulai menikmati. Aloevera menyegarkan ingatan. Maklum, band ini cukup lama ngga kelihatan. Phantom tampil berikutnya. Ini kali kedua mereka main di acara yang diperuntukkan buat para komunitas indie-pop ‘Real Stream Rendezvous’. Tetap enerjik seperti biasanya. Nah kalo malam itu penonton betah nongkrong, bisa jadi selain Ozigo emang cozy banget, Discotion Pill main sebagai band utama. Dan yang paling seru adalah karena mereka membawakan musik mereka yang bertulang punggung elektronik dalam format akustik. Mantap!

REPORTASE :: vol.Downtown Groove #11

Minggu, 16 September 2007
Jam 8 malam – selesai
Ozigo Country
Renon Denpasar Bali

Feats. :: Violet, The Sora, Molekul, Day After The Rain, Djika

Special feats. :: Navicula, Jango Pramartha, Otak Seger Visual Communication

Acara live performance reguler yang diperuntukkan untuk mendorong kebangkitan indie-pop- band ini, minggu 16 Sept 07 kemarin sudah menginjak gelaran ke-11, panggung dibuka dengan penampilan Djika yang dimotori oleh Richard breakdancer yang lebih sering terlibat di Downtown Groove dengan pasukannya: Streakers [baca: Street Breakers]. Diawali dengan Hey Cantik – nya Shaggy Dog nan riang, empat anak muda santai ini berhasil menggiring audience masuk sekaligus menghangatkan suasana dengan beberapa karya original mereka yang light & catchy.

Day After The Rain tampil mengejutkan. Kolaborasi tiga personil yang berkesan instan namun cukup serius. Wicak [ex vokalis Puzzle] menggaet gitaris produktif Adit [Comma] lengkap dengan laptop penyodor drum-loop, plus Angga [Painful By Kisses] di bass. Diluar tarikan vokal yang khas Wicak serta drum-loop yang cenderung monoton, trio ini justru membeberkan fakta tentang sulitnya berhenti dari dunia musik, mengingat Puzzle yang rasanya baru saja resmi membubarkan diri dengan melakukan penampilan terakhir pada ajang Downtown Groove #4, tanggal 1 Juli lalu.

Setelah Molekul melengkingkan beberapa nomor pop gelapnya. Di screen diputar video klip terbaru dari Navicula “Aku Bukan Mesin” sementara para personilnya menyiapkan diri. Dan acara khusus yang berusaha menghadirkan 5 seni sekaligus, a.l: Seni tulis [lirik lagu], seni rekam audio [dalam bentuk cd single], seni panggung [live-performance], seni audio visual [video klip] dan seni lukis, baru saja dimulai. Navicula langsung menggetarkan Ozigo dengan Aku Bukan Mesin sementara Jango Pramartha sigap menggambarkan lagu yang sedang dimainkan tersebut ke atas kertas. Dan saat lagu ketiga berakhir, lukisan karya Jango pun selesai. Lima menit kemudian lukisan, lirik dan cd single Aku Bukan Mesin sudah dikemas dalam sebuah frame khusus bertuliskan : dipersembahkan untuk komunitas Real Stream Rendezvous di acara Downtown Groove.

Didit The Sora mengambil microphone: “Malam ini kami akan berusaha membawakan lagu-lagu dari band temen2 indie”. Somewhere Only We Know dari Keane dimainkan pertama. Setelah itu berturut-turut Over Depresi [Telephone], Biduanita [De Buntu] dan Ashiteru [The Sora] menjadi koor panjang di bibir panggung. Salut buat The Sora. Violet sebagai pemungkas memang jadi sedikit main kemalaman. Tapi tak bisa dipungkiri kalau band yang satu ini memang punya daya tarik tersendiri. Buktinya semua penonton tetap betah tak beranjak dari depan panggung sampai lagu terakhir. Tetap saja berdansa sekalipun siangnya puasa.

Sekarang saatnya pulang, waktu sahur cuma beberapa jam di depan.

REPORTASE :: Downtown Groove vol.10

Minggu, 9 September 2007
Ozigo Country Renon
Denpasar Bali

Feat. :: Tol Band Tol :: Freddy & Friends :: DK 01 :: Radig

Acara mundur setengah jam lebih dari yang dijadwalkan. Radig tampil ringan dan rileks tanpa beban di urutan pertama. Sekalipun baru aja habis ditinggal bassist mereka. Setelah beberapa lagu mereka gelar, lampu stage diredupkan, dan video klip “Tersenyum’ milik DK 01 garapan Erick Est, mengantar penampilan band asal kabupaten Karangasem ini. Didukung penggemar yang sangat loyal dan royal dalam jumlah banyak, tempat terasa menyempit dan suasana terhidupkan. Lagu demi lagu digeber sambil sesekali vokalis nya ga lupa ngingetin penonton untuk bisa mendapatkan kaset, cd dan merchandise band yang disediakan khusus di pintu masuk. Berikutnya adalah giliran sang musisi reggae veteran Freddy. Penampilan akustiknya kali ini ditemani Yanik sahabat seperjuangan sejatinya sejak jaman keemasan band Rhythm Voice di tahun 80-an. Freddy yang sudah makan asam garamnya panggung, memang sangat karismatik. Mr. Sunshine, Si Ale Hitam sampai Tikus Tikus Gila yang dibawakan langsung menancap dikepala kita hingga langsung terbawa bernyanyi bersama. Mudah-mudahan semangat juang musiknya bisa memberikan motivasi tersendiri buat komunitas Real Stream Rendezvous yang emang jauh lebih muda. Baik secar umur maupun pengalaman.

Band pamungkas :: Tol Band Tol tampil lengkap dan all-out. Sekalipun event kali ini berbarengan dengan acara penutupan Kuta Karnival, semua band yang main dan penonton yang dateng tampak tetap begitu bersemangat. Nongkrong nyantai sambil saling bertukar cerita, ide dan informasi sampai lupa kalo udah jamnya tutup. Okelah, ga apapa… masih ada minggu depan.

REPORTASE :: Downtown Groove vol. 9

Minggu, 2 September 2007
Ozigo Country Renon

Featuring :: De Buntu, The Unknown, Kaimsasikun, Izzy Kmc, Hip Hop Dance by Yummy

Setelah sebelumnya Downtown Groove sukses digelar sebanyak 8 minggu, kini komunitas Real Stream Society yang bermarkas di Ozigo Country Renon, bergeliat lagi. Dimulai tanggal 2 September lalu. Tentunya tetap di Minggu malam. Jam sembilan lewat dikit, The Unknown alirkan Intro. Penonton bergerak mendekat tanpa perlu komando. Lalu bergoyang bersama Disco, Monoton, sampai Seven Nation Army-nya White Stripes, membuat waktu terasa begitu cepat hingga panggung harus diserahterimakan ke Kaimsasikun. Kali ini Ian & Pandu berdua saja!!! Dan dengan gitar bolong dan sedikit basa basi, Ennui digeber. Pria Dijajah Wanita dan Minor dimainkan atas request penonton yang betah banget melototin ekpresi ekspresif duet langka ini dari jarak dekat. Kill The Light lalu disudahi lewat lagu baru Euforiaku. Band ini memang luar biasa. Soul-nya Kaimsasikun terasa kental sekalipun dalam format akustik.

Lampu stage dipadamkan. Sekarang saatnya break untuk pemutaran film pendek. Rapuh garapan Erick Est dipilih untuk edisi ini. Karya ini pernah meraih gelar film pendek indonesia terbaik di festival film 15/15 di Australia 2004.

Ketika lampu dinyalakan kembali Yummy Dance sudah menari di lantai dansa. Musik hip-hop berdentum melatari. Segar sekali!!! Berikutnya… tempat semakin sesak. Datang didukung pasukan lengkap. Izzy Kmc langsung bikin suasana jadi panas. Semua tangan di atas. Atraksi spontan Wrongway Crew & Dance yang seru, DJ Evilluna yang luar biasa. Begitu juga para sahabat yang ber-featuring bersama. Vokalis Psychosaint adalah salah satunya.

Next… siapa lagi yang ditunggu-tunggu malam itu kalau bukan: De Buntu!!! Lima orang gokil ini langsung tancap gas dengan Grand Prix dan Buntu. Joke ringan dan terbahak bersama disetiap jeda lagu memang khas gayanya De Buntu. Lagu Pria Munafik dan Taman Ria jadi koor. Bertambah parah di lagu terakhir: Penjahat. Satu mikrofon dibajak penonton. Akhirnya event mingguan Downtown Groove yang sempet diistirahatkan Soundrenaline ini bergerak bersemangat lagi. See ya minggu depan!!!

REPORTASE :: Downtown Groove #13

Launching album kompilasi produksi dsm>pro: REACTIVE
Ozigo Country Renon

Feat. Cleopatra, Band Indonesia, Q-Ta dan The Rules.

Minggu, 30 Sept 07. Para maniak indie-pop yang sering nongkrong saban Minggu malam di Ozigo Country Renon, saling berjabat erat merayakan peluncuran album kompilasi garapan dsm>pro :: REACTIVE yang berisikan Band Indonesia, Cleopatra, De Buntu, Ed Eddy & Residivis, EQ Band, Kamus, Q-ta, The Rules serta Tol Band Tol.

Q-Ta [dulu Apatis] main pertama. Memancing penonton masuk dengan mid-tempo yang bersih dan skill yang rapih. The Rules yang dulu mengusung nama Limpid, punya aturan sendiri dengan menabrakkan musik gahar mereka ke ruang Downtown Groove yang cozy. Ed Eddy Rsdvs dadakan mampir kepanggung bergitar bolong. Koor Kronologi Pistol Amunisi di barisan depan penonton menemani seniman kontroversial yang kali ini main sendirian. Devalli diwakili Chece/voc dan Goeguk/gitar, 2 lagu jadi juga.

Setelah pembagian piagam penghargaan buat band peserta kompilasi dan sponsor yang terlibat, Band Indonesia tampil. Tetap khas kompak beratasan merah. Bedanya kali ini mereka perform dengan persiapan super serius. Mixer channel backing track mandiri di sebelah drumset, laptop pemutar musik background pengantar di mixer utama dan pengaturan tata lampu yang tidak terlewati. Cleopatra sempurna sebagai penampil utama. Lagu simple dan catchy. Pemilihan lagunya membangun emosi menuju puncak. Lengkap!

Album kompilasi REACTIVE bisa di dapat ditoko kaset di seluruh penjuru pulau Bali dengan banderol Rp. 20.000,-