Minggu, 16 September 2007
Jam 8 malam – selesai
Ozigo Country
Renon Denpasar Bali
Feats. :: Violet, The Sora, Molekul, Day After The Rain, Djika
Special feats. :: Navicula, Jango Pramartha, Otak Seger Visual Communication
Acara live performance reguler yang diperuntukkan untuk mendorong kebangkitan indie-pop- band ini, minggu 16 Sept 07 kemarin sudah menginjak gelaran ke-11, panggung dibuka dengan penampilan Djika yang dimotori oleh Richard breakdancer yang lebih sering terlibat di Downtown Groove dengan pasukannya: Streakers [baca: Street Breakers]. Diawali dengan Hey Cantik – nya Shaggy Dog nan riang, empat anak muda santai ini berhasil menggiring audience masuk sekaligus menghangatkan suasana dengan beberapa karya original mereka yang light & catchy.
Day After The Rain tampil mengejutkan. Kolaborasi tiga personil yang berkesan instan namun cukup serius. Wicak [ex vokalis Puzzle] menggaet gitaris produktif Adit [Comma] lengkap dengan laptop penyodor drum-loop, plus Angga [Painful By Kisses] di bass. Diluar tarikan vokal yang khas Wicak serta drum-loop yang cenderung monoton, trio ini justru membeberkan fakta tentang sulitnya berhenti dari dunia musik, mengingat Puzzle yang rasanya baru saja resmi membubarkan diri dengan melakukan penampilan terakhir pada ajang Downtown Groove #4, tanggal 1 Juli lalu.
Setelah Molekul melengkingkan beberapa nomor pop gelapnya. Di screen diputar video klip terbaru dari Navicula “Aku Bukan Mesin” sementara para personilnya menyiapkan diri. Dan acara khusus yang berusaha menghadirkan 5 seni sekaligus, a.l: Seni tulis [lirik lagu], seni rekam audio [dalam bentuk cd single], seni panggung [live-performance], seni audio visual [video klip] dan seni lukis, baru saja dimulai. Navicula langsung menggetarkan Ozigo dengan Aku Bukan Mesin sementara Jango Pramartha sigap menggambarkan lagu yang sedang dimainkan tersebut ke atas kertas. Dan saat lagu ketiga berakhir, lukisan karya Jango pun selesai. Lima menit kemudian lukisan, lirik dan cd single Aku Bukan Mesin sudah dikemas dalam sebuah frame khusus bertuliskan : dipersembahkan untuk komunitas Real Stream Rendezvous di acara Downtown Groove.
Didit The Sora mengambil microphone: “Malam ini kami akan berusaha membawakan lagu-lagu dari band temen2 indie”. Somewhere Only We Know dari Keane dimainkan pertama. Setelah itu berturut-turut Over Depresi [Telephone], Biduanita [De Buntu] dan Ashiteru [The Sora] menjadi koor panjang di bibir panggung. Salut buat The Sora. Violet sebagai pemungkas memang jadi sedikit main kemalaman. Tapi tak bisa dipungkiri kalau band yang satu ini memang punya daya tarik tersendiri. Buktinya semua penonton tetap betah tak beranjak dari depan panggung sampai lagu terakhir. Tetap saja berdansa sekalipun siangnya puasa.
Sekarang saatnya pulang, waktu sahur cuma beberapa jam di depan.