REPORTASE :: Downtown Groove #14

Minggu, 7 Oktober 2007

Feat. Second First Love :: Supersoda :: Tissue :: The Roaster :: Ed Eddy & Residivis

Akhirnya Downtown Groove menginjak puncak gelaran putaran kedua. Dibuka dengan band bentukan Sigit si Mc gokil yang selalu bikin Ozigo selalu heboh-seheboh-hebohnya. Mengibarkan bendera Second First Love. Mereka bawain 4 lagu cover dan 1 lagu orisinal. Mereka ngaku kalo band mereka baru sekali ini manggung. Ternyata band berikutnya :: Supersoda yang notebene semua pemainnya udah berkibar di dunia permusikan dengan band masing-masing, juga memproklamirkan diri untuk pertama kalinya. Dengan Ipenk/voc&gitar yang suaranya bagus banget, Made Navicula dengan sound bass yang super khas berat berotot, Gusde yang konstan di belakang drumset dan tentu saja si multi talenta Windu/keyboard & arranger. Lagu-lagu original mereka dijamin ga susah buat menapaki tangga lagu indie radio mana pun.

Sekarang giliran Tissue. Band yang naik daun lantaran jadi juara 2 di ajang A Mild Live Wanted regional Bali 2007, tidak membuang banyak waktu mengalirkan lagu-lagu mereka yang ringan. Setelah itu The Roaster. Akhirnya band ini main lagi. Vokalisnya yang sempet terserang cacar air, kini udah didepan menggenggam microphone.

Ed Eddy & Residivis di bebani tugas untuk menyudahi acara mingguan yang udah berjalan sebanyak 14 kali ini. Tidak beban besar buat Ed, karena semua penonton sudah siap menunggu aksi band kontroversial ini dari jarak yang sangat rapat. Junkie Joe, Aku Tak Sedih, Lagu Kita Orang Indonesia mengalir lancar. Igo Telephone baru bisa ikutan di lagu Balas Dendam. Begitu juga dengan Windu Supersoda yang tampil dadakan dan langsung adu gila main keyboard sama Ed Eddy. Kronologi Pistol Amunisi akhirnya menyudahi gelaran ini. Tapi jangan sedih karena Downtown Groove tidak langsung hilang begitu saja dari muka bumi. Tampil bakal tayang lagi sekali dalam setiap bulannya. Sampai jumpa bulan depan.